Ketika malam yang hening tiba
Dibawah selimut kerinduan
Beralaskan kesunyian yang tak berujung
Yang tertinggal hanya puing-puing harapan
Secerca harapan yang tergerus arus kehidupan
Nafas yang berdesah melontarkan untaian kata
Berbagai pertanyaan terlintas dalam fikiran
Untuk apa ku mencinta jika hanya terluka ???
Untuk apa ku menjaga hati jika ku tak berjodoh ???
Cinta yang berlandaskan kasih sayang
Kesetiaan yang bertepuk sebelah tangan
Ku korbankan kebahagiaan demi orang tuaku
Ku simpan semua duka dan lara hatiku
Hanya tuk melihat senyuman indah di wajah mereka
Bukan karena harta benda yang dimilikinya
Tapi karena akhlak dan kepribadian
Ku simpan semua rasa keluh kesahku
Aku rapuh bak jiwa tak mampu menopang raga
Tak bisa ku terus berpura tuli
Tak bisa ku terus berpura buta
Tak bisa ku terus berpura bisu
Ku tahu segala tentang dia dan kehidupannya
Cukup lama ku memadu kasih dalam kehangatan cinta
Cukup lama ku menjadi temannya berbagi kisah cerita
Aku memang orang yang bodoh
Ku sudah pertahankan orang yang salah
Ku perjuagkan orang yang bahkan tak menganggapku ada
Tapi apalah daya, ku masih sangat mencinta
Pupus sudah harapan dan kepercayaanku
Bak debu yang terombang-ambing angin yang berlari
Kau telah pergi bersama janji yang takkan jadi nyata
Kini ku hanya mampu tuk berdoa pada sang pencipta
Bahagiakan dia dengan orang yang menyayanginya
Jangan biarkan dia menoleh kebelakang
Melihat masa lalu yang begitu kelam
Semoga sang Khaliq mendengarkan
Jeritan hati insan yang tulus mendoakan
Orang yang sangat ia sayang